Budaya

0 29

Kromengan, 30 Oktober 2018 Muspika Kromengan nenghadiri acara Adat Keleman yang dilakukan oleh warga masyarakat peniwen.

Acara dilaksanakan di pendopo desa peniwen dan acara bertujuan untuk meminta hujan atau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memberikan turun hujan bumi yang sudah lama musim kemarau.

0 128

Kromengan, 19 Juli 2018 Camat Kromengan menghadiri acara bersih dusun rekesan desa jambuwer. beliau hadir didampingi oleh sekretaris camat dan staf. Acara bertempat di Balai dukuh rekesan. kegiatan bersih dusun dilaksanakan rutin oleh warga rekesan untuk rasa syukur atas karunia yang di berikan kepada masyarakat dusun rekesan. hal ini dilakukan setiap setahun sekali. Kesenian tayub sebagai penghibur dan merupakan kesenian yang dipamerkan setiap kegiatan bersih dusun rekesan. sebelum kegiatan tayub, biasanya diawali dengan pembersihan serta sekar di punden yang terdapat di dusun rekesan. Tidak hanya tayub, tari remong juga menghiasi suasana bersih dusun tersebut untuk menghibur masyarakat dusun rekesan.

0 240

                             

Kromengan, 30 Oktober 2017 Muspika Kromengan menghadiri acara Adat Keleman, diikuti oleh warga masyarakat desa peniwen. Adat keleman merupakat acara adat untuk meminta hujan, kegiatan ini dilakaukan turun temurun dari sejak dalan dahulu sampai saat ini, dari tahun ke tahun tema keleman kali ini adalah “Melalui Kegiatan Adat Keleman Mari Kita Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian.

Warga tyang datang membawa enceng/tumpeng takir untuk tasyakuran, dimulai dari ibadah yang dipimpin oleh Pendeta GKJW Peniwen (Bapak Sutriyo) dilanjutkan dengan sambutan sambutan.

Sambutan Kepala Desa Peniwen (Bapak Sih Utama) menyapaikan agar masyarakat desa peniwen untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, baik itu dilingkungan rumah maupun dilingkungan perairan, karena hal yang terjadi banyak paret yang terkena sampak plastik maupun sampah lain yang tidak terurai, agar hasil panen sukses sesuai dengan tema keleman kali ini.

Sambutan Kepala UPT BPP Kecamatan Kromengan (Bapak Sidik) mengajak masyarakat  untuk berterima kasih terhadap hasil panen yang melimpah, yakni dengan cara memelihara, merawat, memupuk seperti kita merawat dirikita sendir agar panen akan semakin terus meningkat.

Sambutan Muspika ( Danramil Bapak Peltu Mulyono) mengajak masyarakat untuk selalu menjaga sumberdaya air di wilayah desa Peniwen, agar pertanian di desa peniwen terus meningkat seperti yang diinginkan sesuai dengan tema keleman tahun ini.

0 446

                

Kromengan,22 Oktober 2017 Muspika Kromengan menghadiri acara Kirab Budaya dalam rangka bersih Desa Ngadirejo Bersih Desa ke 89 tahun 2017. Mengambil tema: Mari kita wujudkan “Manunggaling Kawulo kang Sejati”
Gelar karnaval dimulai pukul 10.00 s/d selesai…. star dimulai dari dusun cendol dan finis di balai Desa Ngadirejo. Antusias Warga Desa Ngadirejo yang mengikuti Kirab sangat bagus, sehingga Kirab dalam rangka bersih Desa tersebut sangat meriah.

0 216

        

Kromengan 18 Oktober 2017 Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Malang menghadiri acara pagelaran kesenian Mocopat dan Karawitan di Jl.Pahlawan Trip Rt.02 Rw.01 Desa Jatikerto.

 

 

Camat Kromengan juga hadir beserta staf dalam acara tersebut untuk mendampingi dan menyaksikan acara pagerlaran kesenian mocopat dan karawitan.

 

Kesenian mocopat dan karawitan merupakan kesenian peninggalan dari nenek moyang yang sampai saat ini masih  dikembangkan dan di lestarikan sampai saat ini. sehingga kesenian asli jawa tidak akan luntur ataupun musnah dari diri kita maupun dari bumi kita.

0 532

Selamatan Desa Jatikerto, 7 Gending Jawa Dan 169 Tumpeng Disajikan

 

 

Kepala Desa setempat, beserta warga dan anggota Polsek saat tengah mengikuti jalannya acara kegiatan Bersih Desa

Selamatan Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, disajikan ruwatan sesajen Seratus Enam Puluh sembilan (169) tumpeng di makam mbah Ajeng Nganti. Yang di hadiri oleh Muspika setempat, dengan iringan gending-gending Jawa beserta sesajen yan terdiri dari 169 tumpeng.

Mbah Ajeng Nganti sendiri merupakan, sesepuh atau leluhur yang dipercaya masyarakat Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan, untuk dijadikan Pepunden. Terkait dengan petuah dalam bentuk larangannya, agar masyarakat Desa Jatikerto tidak membunyikan tujuh gending-gending jawa sembarangan, hal itu memang di sakralkan.

Menurut Kepala Desa Jatikerto, H. Mohammad Satu mengatakan, saat usai ruwatan. Secara tegas dia menekankan ke warganya bahwasanya agar tidak melanggar petuah Mbah Ajeng Nganti.

“Jangan sampai kita semua, warga Desa Jatikerto khususnya membunyikan tujuh gending-gending Jawa, kalau tidak ingin kuwalat,” kata dia dalam sambutan pidatonya, Kamis (12/10/17).

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, adapun Gending Jawa tersebut diantaranya terdiri dari:

1. Celeng Mogok
2. Pacul Gowang
3. Randu Kintir
4. Eleng-Eleng
5. Puji Rahayu
6. Undur-Undur
7. Sekar Gandum

Dirinya juga menambahkan, gending-gending Jawa ini hanya boleh dibunyikan satu tahun sekali, yakni tepatnya di bulan suro hanya pada kegiatan acara Bersih Desa saja.

“Memang itu aturan dari para leluhur, bahwasanya boleh di bunyikan satu tahun sekali, dan pada moment bersih Desa,” imbuhnya.

 

Tumpeng beserta pengiring Gending Jawa, yang bertempat di Pesarehan Makam Mbah Ajeng Nganti

Seirama dengan sambutan yang diberikan Kepala Desa setempat, Misnan Warga Jatikerto RT. 12 RW. 02, kepada kami, mengatakan, jika ada yang melanggarnya, maka pasti keluarganya bakal mendapatkan mala petaka. Bisa-bisa sampai meninggal, memang sakral sekali.

“Ya memang benar menurut keoercayaan dari warga disini, kalau ada yang melanggar maka konsekwensinya keluarga akan mendapatkan musibah,” kata Misnan.

Sekedar diketahui, warga masyarakat Desa Jatikerto sendiri, sangat antusias sekali mengikuti jalanya prosesi ruwatan di pesarehan (makam Mbah Ajeng Nganti). Itu bisa dilihat, dari banyaknya warga yang datang dan menghadiri kegiatan acara selamatan Desa tersebut.

0 191

WhatsApp Image 2017-10-02 at 08.33.18 (1)  WhatsApp Image 2017-10-02 at 08.33.18    WhatsApp Image 2017-10-02 at 08.37.52 (1)  WhatsApp Image 2017-10-02 at 08.37.52

Kromengan, 2 Oktober 2017 Semua Karyawan dan karyawati Kantor Kecamatan Kromengan, Kepala UPT, Sekdes, mengikuti kegiatan apel dengan menggunakan pakaian batik, hal ini dilaksankan guna memperingati Hari Batik Nasional tahun 2017 sesuai dengan Keputusan Presiden No.33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional.

0 318

DSC_2104 DSC_2105  DSC_2107  DSC_2109     WhatsApp Image 2017-09-30 at 19.48.15  WhatsApp Image 2017-09-30 at 19.48.19  WhatsApp Image 2017-09-30 at 19.48.33 (1)  WhatsApp Image 2017-09-30 at 19.48.33  WhatsApp Image 2017-09-30 at 19.48.34

Sabtu, 30 September 2017 dilaksanakan kegiatan Selamatan Desa Kromengan, pagi hari karak karakaan tumpeng dalam  acara tersebut dilakukan oleh masyarakat Desa Kromengan. Selain Kirab Tumpeng agar acara semakin ramai diikuti Kirab Drumband, Pencak Silat, Jaranan dan karnival.

Malam harinya dilaksnakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalam Ki Martak dari Malang,

0 287

WP_20170507_09_21_54_Pro  WP_20170507_09_38_13_Pro  WP_20170507_09_38_50_Pro  WP_20170507_09_38_56_Pro  WP_20170507_09_47_54_Pro  WP_20170507_09_48_04_Pro WP_20170507_10_09_39_Pro  WP_20170507_10_16_42_Pro WP_20170507_10_29_25_Pro

Kromengan, 7 Mei 2017 Camat Kromengan menghadiri acara Adat Unduh-unduh yang dilaksanakan di GKJW Desa Peniwen. Acara diikuti oleh para Jemaat GKJW Peniwen dan masyarakat Desa Peniwen. Adat Unduh-unduh merupakan suatu kegiatan wujud syukur atas panen yang diterima dari mereka bercocok tanam, dan unduh-unduh dlaksanakan denan cara melelang hasil panen dan uang lelang yang didapat semuanya di serahkan kepada pihak gereja.

Adat unduh-unduh sudah dilaksankan sejak jaman dahulu hingga sekarang ini, karena adat unduh-unduh merupakan adat warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan sampai kapanpun.

0 1407

IMG_6289  IMG_6288  IMG_6281  IMG_6275  IMG_6184  IMG_6183  IMG_6157  IMG_6151   IMG_6148

Pada tanggal 19 Nopember 2016 Kecamatan Kromengan mengikuti Kirab Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Malang ke 1256 tahun 2016. Acara yang di gelar di Jalur lintas Selatan start mulai pantai Batu Bengkung dan finish di pantai Ungapan. Jarak atau rute kirab yang sangat panjang tidak membuat patah semangat para peserta kirapb, khususnya peserta kirab dari Kecamatan Kromengan. Antusias warga yang menyaksikan kirab budaya menjadikan semangat para peserta kirab hingga menuju finis ditambah dengan pesona keindahan pantai sepanjang rute menambah gairah peserta kirab maupun penonton untuk kembali lagi ke Jalur Lintas Selatan dpaatnya menikamati keindahaan pemandanganyya kembali. Tema kali ini salah satu produk unggulan Kecamatan Kromengan yaitu Jamu Gendong yang diiringi dari drumb band dari bodronoyo Desa Kromengan.