Bersih Desa Jatikerto

Bersih Desa Jatikerto

0 219

Selamatan Desa Jatikerto, 7 Gending Jawa Dan 169 Tumpeng Disajikan

 

 

Kepala Desa setempat, beserta warga dan anggota Polsek saat tengah mengikuti jalannya acara kegiatan Bersih Desa

Selamatan Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, disajikan ruwatan sesajen Seratus Enam Puluh sembilan (169) tumpeng di makam mbah Ajeng Nganti. Yang di hadiri oleh Muspika setempat, dengan iringan gending-gending Jawa beserta sesajen yan terdiri dari 169 tumpeng.

Mbah Ajeng Nganti sendiri merupakan, sesepuh atau leluhur yang dipercaya masyarakat Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan, untuk dijadikan Pepunden. Terkait dengan petuah dalam bentuk larangannya, agar masyarakat Desa Jatikerto tidak membunyikan tujuh gending-gending jawa sembarangan, hal itu memang di sakralkan.

Menurut Kepala Desa Jatikerto, H. Mohammad Satu mengatakan, saat usai ruwatan. Secara tegas dia menekankan ke warganya bahwasanya agar tidak melanggar petuah Mbah Ajeng Nganti.

“Jangan sampai kita semua, warga Desa Jatikerto khususnya membunyikan tujuh gending-gending Jawa, kalau tidak ingin kuwalat,” kata dia dalam sambutan pidatonya, Kamis (12/10/17).

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, adapun Gending Jawa tersebut diantaranya terdiri dari:

1. Celeng Mogok
2. Pacul Gowang
3. Randu Kintir
4. Eleng-Eleng
5. Puji Rahayu
6. Undur-Undur
7. Sekar Gandum

Dirinya juga menambahkan, gending-gending Jawa ini hanya boleh dibunyikan satu tahun sekali, yakni tepatnya di bulan suro hanya pada kegiatan acara Bersih Desa saja.

“Memang itu aturan dari para leluhur, bahwasanya boleh di bunyikan satu tahun sekali, dan pada moment bersih Desa,” imbuhnya.

 

Tumpeng beserta pengiring Gending Jawa, yang bertempat di Pesarehan Makam Mbah Ajeng Nganti

Seirama dengan sambutan yang diberikan Kepala Desa setempat, Misnan Warga Jatikerto RT. 12 RW. 02, kepada kami, mengatakan, jika ada yang melanggarnya, maka pasti keluarganya bakal mendapatkan mala petaka. Bisa-bisa sampai meninggal, memang sakral sekali.

“Ya memang benar menurut keoercayaan dari warga disini, kalau ada yang melanggar maka konsekwensinya keluarga akan mendapatkan musibah,” kata Misnan.

Sekedar diketahui, warga masyarakat Desa Jatikerto sendiri, sangat antusias sekali mengikuti jalanya prosesi ruwatan di pesarehan (makam Mbah Ajeng Nganti). Itu bisa dilihat, dari banyaknya warga yang datang dan menghadiri kegiatan acara selamatan Desa tersebut.

SIMILAR ARTICLES

0 129

0 151

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Current ye@r *