Detail Berita

Penayangan Video Edukasi Wawasan Kebangsaan di Panti Asuhan Ar-Rahman Desa Peniwen

Indonesia adalah negara dengan sejuta keberagaman dan disimbolkan dengan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Keberagaman Indonesia sering disebut dengan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Bisa kita bayangkan, ada berbagai macam jenis suku yang diperkirakan mencapai 1.300 suku, 6 agama yang meliputi Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghuchu, dan banyaknya ras serta golongan. Dengan adanya keberagaman ini, membuat Indonesia harus memiliki sikap toleransi atau sikap saling menghargai. Sikap ini merupakan sikap yang harus dipupuk sejak dini sehingga Ketika sudah menginjak dewasa nanti, kita akan terbiasa untuk menghormati perbedaan yang ada.

Melihat hal tersebut, diperlukannya edukasi sejak dini terkait toleransi. Hal ini yang membuat KKN Tematik Kelompok 4 Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya mengadakan program kerja berupa pemutaran film edukasi wawasan kebangsaan di Panti Asuhan Ar-Rahman. Panti ini merupakan panti anak yatim yang anggotanya berasal dari sekitaran Jawa Timur, bahkan ada yang berasal dari Flores. Di samping itu, panti ini berdiri di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Kristen. Walaupun demikian, mereka tetap menjalin komunikasi yang baik pada masyarakat sekitar sehingga sudah nampak sikap toleransi yang ditunjukkan satu sama lain.

Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu sekitar Pukul 10.00 WIB yang disambut meriah oleh seluruh peserta. Adapun media yang ikut meliput, seperti dari Radar Malang dan UB Media. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi berbasis kartun yang bertemakan toleransi. Setelah itu, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan seputar film tersebut. Selain itu, adanya ice breaking membuat acara ini bertambah seru dan meriah.

Saat diwawancarai oleh Tim UB Media, Pricilia Afif Savany atau yang akrab disapa Pricil selaku ketua pelaksana kegiatan mengungkapkan bahwa program kerja ini  merupakan sarana pembelajaran sejak dini untuk bisa menerapkan toleransi di lingkungan sekitar

“Dari temanya merupakan wawasan kebangsaan karena latar belakang agama yang berbeda agar bisa sadar tetang toleransi, saling menghargai dan bisa hidup berdampingan. Kita kemas dalam bentuk video berbasis kartun sehingga mudah dipahami. Alhamdulillah responnya sangat luar biasa.”

Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada tim ini karena telah berhasil membuat acara menjadi meriah dengan diselingi ice breaking yang berhadiahkan doorprize baik berupa barang maupun uang.

“Kami percaya, membahagiakan anak yatim merupakan sebuah kewajiban bagi setiap umat beragama.” Ungkap salah satu anggota tim ini dengan penuh senyuman. 

Berita Lain